Tampilkan postingan dengan label PUISI. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label PUISI. Tampilkan semua postingan

Tanah Dan Mama

Foto Ilustrasi. Mama Etina Mirip yang tertenbak mati oleh Militer Indonesia
di Intan Jaya - west Papua 

Tanah & Mama

Katulistiwa pasti tak akan diam
Ketika daging mu harus terluka
Di makan Seonggok peluru militerisme
Tubuh mu kembali kepada semesta

Bintang dan bulan pun berduka
Menyaksikan darah mu
Yang berteriak meminta tolong
Di tengah keheningan malam

Mati di Cengkareman kolonialisme
Bersandiwara dengan kata cinta nasionalisme
Tanah mu di nodai tamak nya kapitalisme
Nyawa di tukar emas tanah di bayar darah

Pergi tanpa berucap mati tak bersuara
Kepergian mu menyiksa Atma
Amarah bergojolak menyiksa batin
Kau pergi membawa duka bukan sukacita

Sampai jadi debu walau tinggal lara
Bagi ku kau abadi selamanya
Sebab dirimu adalah mama
Engkau Tanah dan mama
Sumber Kehidupan.

Karya : Misela Tabuni
Sabtu,24/05/2025

Tanya ?

Ilustrasi, Misela Tabuni

TANYA ?
Waktu itu kau terlihat terburu-buru
dari cara mu menyapa aku mengira kau kembali untuk yang kesekian kalinya.

Lalu hanyut dalam bualan imaji naratif mu
Terlalu cepat jatuh dalam dekapan yang ternyata hanya fatamorgana

ku kira kau memang benar
nyatanya kau hanya teka-teki yang
sempat hilang lalu datang
bawa ratapan bukan harapan

Kini kau biarkan aku berharap
akan kehadiran mu
Membuat ku berlarut dalam keinginan
Yang menyiksa atma

Bunuh saja aku dengan kata-kata mu
Jangan batin yang tersiksa di tengah malam
ketika rembulan menyendiri di antara bintang-bintang

Apa lagi untuk sebuah rindu yang harus di balas dengan kata aku cinta kamu
maka sudah pasti aku menanti mu
Dalam ketidakpastian.

Karya : Misela Tabuni
Agamua, Selasa,20/05/2025

Kepada Cinta

Aktivitas Lapak Baca Agamua(Foto,Misela Tabuni)

Kepada Cinta
Kepada Cinta aku bertanya
Mengapa benci marak disini
Kepada doa aku bertanya
Mengapa dusta laris disini
Kepada berita aku bertanya
Mengapa fakta dihiyanati
Kepada sastra aku bercerita tentang
Kata-kata yang berubah arti

Cinta berbisik kepada sunyi
Banyak orang gelap nurani
Doa berpesan kepada sepi
Banyak orang berlagak suci

Berita diam tak berbunyi
Tanpa fakta ia pun mati
Sastra pancarkan kisah-kisah berani
Seorang penyiar dan indahnya misi

Karya :Teguh Esha
Agamua,Jumat 23 Mei 2025

Kelly Kwalik

Jenderal Kelly Kwalik

-Kelly Kwalik-

Kelly kwalik
Kau tak gentar maju membela
Melawan rasa takut dan gempuran senjata
Banyak nyawa yang gugur di depan mata
Tetapi tak ada niat mundur memperjuangkan nasib bangsa

Kelly kwalik
Sebelum sang fajar menampakkan diri di ufuk timur
Kau telah bergerak tanpa tidur di hutan belantara
Mendaki Gunung, Bukit, Lereng, Lembah, Rawa dan Menyeberangi sungai

Kelly kwalik
Kau sang pembela bangsa yang tak kenal kata menyerah
Jiwa serta ragamu tetap fokus ke arah musuhmu
Tetesan keringat hingga darah yang mengalir dalam ragamu semua itu demi meraih kemerdekaan

Kelly kwalik
Kau berjuang bukan untuk dikenal banyak orang
Bukan untuk menjadi orang yang namanya didengar di setiap sudut ruang
Kau memperjuangkan nasib bangsa
Kau merelakan nyawa di medan pertempuran

Kelly kwalik
Demi bangsamu
Nyawa adalah taruhan
Dan kau relakan nyawa di ujung senjata
Saat natal tiba terdengar berita dukamu
Natal kian sepi meratapi rindu kepergianmu
Natal dan tangisan rakyatmu mengantarkan jasa keistrahatan terakhirmu. ]

Karya Maki Gee Wuu
Dogiyai: 24 Oktober 2022

KEHILANGAN

Maikel Takimai (foto Dok)

KEHILANGAN
Masih teringat jelas sebuah kenangan
Mengiringi langkah kepergianmu kawan
Tak percaya bahwa ini telah terjadi?
Senyum tipis dirimu telah pergi?
Wajah yang ceria tersimpan dibenakku
Senyum,Canda dan tawa yang dahulu adalah milikku
Diam heningku ini ,
Tak mampu mengalirkan air mata ini
Hening ini menjadi saksi kepergianmu
Saksi bisu yang mungkin hanya aku yang tahu
Kehilangan sosok sepertimu
Sosok yang begitu ramah
Motivasi terbaik dalam menjalani hidup
(Kata Soe Hoek Gie)
Hidup adalah keberanian menghadapi tanda tanya?
Terima kasih untuk semua Kawan.
Bahagia bersama para leluhur dan Sang Kahlik disana.

R.I.P Camrade Maikel Takinai.

Karya : Elamame Magal
Amungsa , 28 Oktober 2023

Mawar Hitam

Orasi Perempuan Papua Menuntut Papua Merdeka.(Foto/Dok)

MAWAR HITAM
Kau tebarkan suara Tuhan
Dalam pelukan derita
Lewat noken, cawat yang menggoda
Suara langkahmu selembut cendrawasih

Manis senyumu tak ubah madu dihutan rimba
Kau rayu setiap insan di metropolitan
Bagimu mereka adalah pembuat kejahatan
Setiap saat kita dbuat tak berdaya

Kau sang mawar Hitam
Berdiri lantang suaramu
Menyapa, mengajak pada kebenaran
Cintamu lantang meluap banjiri Jakarta
Dibalik sunyi yang mengancam

Karya : Iblis Amungsa
Amungsa,18 Agustus 2023

Masyarakat Adat

Masa Aksi MAI-P Timika Memperingati Hari Masyarakat Internasional (09/08/2023) 

Aku pemilik tanah yang di penjara

Para mafia mereka pelihara

Kesuburan tanahku di eksploitasi

Demi berton-ton beton

yang katanya pembangunan

 

Leluhurku pernah berburu di sini

Dengan wilayah dan batasan tertentu

Kami tak bersertifikat

Kami adalah pemilik hak Ulayat

 

Angin melambai pohon menari

Sungai mengalir dengan jernih

Babi hutan sepertinya sudah tak ada lagi

Burung-burung pun tak berkicau berhari-hari

 

Kebisingan yang tercipta dari mesin-mesin

Pencemaran lingkungan dari polusi karbon

Melahap keperawanan ibu bumi

Menggerogotinya hingga membusuk dalam kabut

 

Kami bernyanyi, kami beraksi, kami merintih

Nyanyian kebebasan ketika dalam penjara

Aksi dan reaksi tak kunjung berdamai

Para pribumi yang miris dalam rintihan tangis

 

Tetaplah hidup wahai masyarakat adat

Kaulah penyumbang oksigen bagi bumi

Lindungilah Alam, manusia dan budaya

Yang maha kuasa akan mencintaimu sungguh.

 

HIDUP MASYARAKAT ADAT DI SELURUH DUNIA !

 

Karya :  Kobogau Freedom 
Amungsa, RSMM, 09/08/2023

Mama Tanah

Orasi Politik Memperingati Hari Masyrakat adat Sedunia (Timika, 09/08/2023)

Ada wanita yang aku cintai
Dia selalu ada dipikiranku, siang dan malam
Tetapi orang mengatakan bahwa dia sedang jatuh cinta pada pria lain.
Bersama pria lain dari negeri lain di kota ini.
Berita ini selalu membuatku sedih
Bagaimana caranya aku mau tau dia mencintaiku.

Karya : Iblis Amungsa
Amungsa, 09/08/2023

Perempuan Pendidikan

Suasan mama papua berjualan di pingir jalan sp2 Timika (Foto/TB)

Aku iri pada Sistem yang selalu Eksportasi diriku dari kekejaman nafsu duniawi.

Aku hanya ingin menjadi sesosok yang bisa kau tidurkan, agar aku terlihat pantas mati diatas penjajan.

Aku hanya ingin menjadi sesosok penghibur Tirani besi beton dengan sedikit keringat , aku bisa menemani dirimu ketika pikiran dan hatimu berkata; "dunia tidak menerima Keadilan.

Wahai...Wajah sekolah!

Ketahuilah; segala sesuatu yang mewa didunia ini, Di ciptakan oleh sebuah Kebebasan dan Gerakan Kemanusiaan, begitupun dengan arti kekagumanku akan dirimu bebas.

kamu indah ketika kamu menemukan titik kemanusiaan di rumahmu sendiri.

Amungsa, 08/08/2023
Karya : Toby B

CINTA TAK ADA

Pengungsi Warga sipil Papua di Ndugama (foto: Ilustrasi)

Cinta ada di langit

Aku tidak bisa merasakannya dalam hatiku

Aku bilang ini nyata

Pasti seperti apa yang mereka semua ingin rasakan

Itulah yang kami rasakan


Orang-orang disana sepasang malam

Dihutan, gunung, lereng, dan goa-goa

Sampai setiap musim


Kamu bilang mereka tak sakit

Kau bilang mereka tak lapar

Aku bilang, kau pembohong

Dipelukanmu aku tak pernah bebas


Selalu salahkan

Aku dijerat,

Aku dibungkam


SEPANJANG WAKTU


Amungsa, 08 Juli 2023

Karya Iblis Amungsa /P Magal

 

FILEP KARMA

Bapak Filep Karma (Foto/Dok)

FILEP KARMA

Kau berlabuh begitu jauh Tuanku
Laut perairan Holandia itu Tuanku
Ia sudah tak bersahabat 
Wilayah perairan bukan lagi milik kami

Tuanku...
Aku tahu ini bukan saatnya kau pergi
Alam pasti mencintaimu
Mana mungkin air laut membunuhmu

Tuanku...
Kau orang benar
Bapa bagi bangsa yang besar
Kau bukan milik orang BIAK
Kau milik Kami Orang Papua

Tuanku...
Memang keji, memang ngeri
Bermain drama bersama arus liar
Ngeri di negeri yang keji inj Tuanku

Tuanku...
Perjuanganmu adalah semangat
Benih-benih akan bertunas kembali
Menghiasi setiap perjalanan derita ini

Tuanku...
Perjalanan ini penuh duri
Tangan kiri untuk negeri yang ngeri
Selamat jalan Tuanku
Dalam duka yang begitu perih

Tuanku...
Sepertinya kau perlu beristrahat Tuanku 
Kini biarkan kami melanjutkan
Masih banyak tugas mulia tuanku
Di negeri surga yang hampir tak berpenghuni 

Kota Kapitalis, 02 November 2022

 Karya Kobogau Freedom


NKRI HARGA MUTILASI

Foto Ilustrasi : Solidaritas Seniman Muda Papua Buata Keluarga Mutilasi di Timika-West Papua  
~ Karya Dari Balik Jeruji ~

Di hari itu bulan Agustus

6 Hari setelah HUT RI

22 Agustus 2022

Nyawa menjadi Kado Spesial

 

4 korban di Mutilasi

Dari agenda terstruktur rapi

Dengan sengaja menyalakan api

Entah apa motifnya, kami binggung

 

Berita tersebar luas

Mengertak pintu-pintu emosi

Mengikis habis lapisan kesabaran

Menampung tinggi porsi emosi

 

Sungguh BIADAB....

Apakah Aparat adalah Keparat?

Mengapa Polisi menjadi Polusi

Keadilan itu apa sebenarnya?

 

Hegemoni kembali beraksi

Ketakutan mengertak rakyat

Lagu lama kembali di putar

Irama-irama kemunafikan terdengar

 

Menyebarkan air pada genangan minyak

Tercampur namun mereka tak bersatu

Dipaksakan namun,

Air bukan minyak dan begitu

sebaliknya

 

Aku sepertinya tak bisa tidur

Berhalusinasi pada sejarah kelam

Menghayati luka-luka terpendam

Sepertinya ini sudah saatnya

Aku telah berdiri

Mencoba mempersiapkan diri

Sudah tak ada lagi pintu kebebasan

Sepertinya aku harus

BERDIKARI

Berdiri di Kaki Sendiri

 


Kota Kapitalis, 14 September 2022

 Karya Kobogau Freedom

 

 

 

PEPERA 1969


Dikala itu...

Dengan tekanan para serdadu
Hasil kocokan putar dadu
Menekan kami layaknya babu

Segitiga kesepakatan abu-abu
Indonesia, Belanda dan Amerika 53 tahun lalu
Seakan memberikan kami waktu
Namun, kelicikan mereka membuat kami kaku

Perwakilan kami di bawah todongan
Harus NKRI jika tidak di tembak Mati
Keserakaan itu tidak hanya masa lalu
Hari ini kebebasan sudah tak berpintu

Semoga di jalan tua ini
Kau masih bersamaku kawan
Mencari kunci pada semak belukar hegemoni
Memeras otak mencuri hati

Membangun sadar menyalakan api
Semoga suatu saat terluap solusi
Dari perapian tahapan konsolidasi
Melawan lupa untuk BERDIKARI

*Mengenang ketidakadilan negara dalam melakukan PEPERA.19 Juli 1969 - 19 Juli 2022 (53 Tahun).


Kota Kapitalis Timika, 19 Juli 2022-
Karya : KobogauFreedom

REMBULAN MALAM


Kawan lihatlah...
Indahnya rembulan malam ini
Ia tak membohongi diriku
Ia memang sungguh indah

Aku selalu ingin menatap keatas 
untuk memandanginya terus Cahayanya
Ia tak memberiku sedikitpun harapan palsu
Ia tak berbicara 
Namun, bersinar dengan penuh kepastian Ia tak memiliki janji palsu seperti NKRI

Ia memberikan kesejahteraan cahayanya pada bumi
Tak seperti OTSUS
Memiliki pasal-pasal kesejahteraan
Namun, menusukku layaknya duri kaktus

Lihatlah keatas Ia berada diatas kita
Tepat diatas kepala kita
Tapi, apakah ia menginjak kita?
Tidak sama sekali kawan

Ia tak sama seperti BIN-BAIS
Memantau perlahan dari segala sisi
Berharap mendapat musuh 
Untuk kebahagiaan para investor 

Ia tau jika ia bisa membinasakan kita
Namun, Ia tak seambisi DOB
Dipaksa menempel pada papua
Yang ternyata DOB adalah Parasit

Aku ingin bersamanya kawanku
Diatas sana memandangi bumi
Mengamati setiap detik berdarah
Menghitung setiap nyawa tak berdosa

Dan bila aku sudah bosan nanti
Aku ingin sekali 
memohon pada Tuhan dan bulan
Agar membinasakan Neraka ini

Maafkanlah hamba TUHANKU
Emosionalku sebagai manusia
Tak sesabar kesabaran-MU 
Membuatku menghayal penuh emosi yang dilandasi sakit hati dalam derita piluh ini

Apa salahnya pintaku TUHAN
AKU INGIN BEBAS !

Kota Kapitalis Timika,18 Juli 2022-

Karya : KobogauFreedom