Sistem yang menindas adalah tak lain daripada anak kandung pemimpin atau pemangku kebijakan atas kepentingan sosial, ekonomi, dan politik yang terstruktur sedemikian rupa dan tersistematis hingga daerah-daerah yang berakhir menguntungkan oligarki, investor, korporasi dan kelompok penguasa. Sementara kelompok rentan, rakyat miskin kota, buruh dieksploitasi, dimarjinalkan bahkan masyarakat adat dirugikan berkali lipat secara sistemik. Tidak ada otonomi khusus di papua, tidak ada majelis rakyat di Papua, semua hanya nama dan kepentingan akumulasi kapital.
Penindasan yang di lakukan oleh penguasa penjajah negara bukan hanya tindakan kekerasan oleh individu TNI, polisi atau bin/bais ataupun anteknya penguasa yg bersengkongkol tetapi yang harus pahami juga adalah penjajahan negara terhadap rakyat hari ini di Indonesia ini sudah berlangsung melalui kebijakan, aturan, lembaga, dan praktiknya yang sedang berlangsung secara melembaga.
Maka bahwasanya berarti Indonesia dari demokrasi yang isinya ala kapitalisme berpindah haluan dan berubah wujud dari nasionalisme stagnan ke pangkuan tatanan nasionalisme ekstrim yaitu fasisme. Karena ketika nasionalisme tak mampu dan gagal menanamkan ideologi atau tak mampu meyakinkan pada hati rakyat jelata, maka alat represi adalah satu-satunya cara untuk penguasa menggerakkan untuk mengamankan kepentingan penguasa dan elit global untuk memperkaya dan mengumpulkan kekayaan sebanyak-banyaknya sambil belenggukan rakyat dan miskinkan pemilik hak sulung. Maka tak ada kekuatan lain selain;
π½πΌπππππ, π½πΌππππ πππ£ π½πππΏπππ.
Kami menulis catatan ini untuk di ketahui semua pihak, tak memandang bulu, wajah, ras, gender dan agama. Bahwa represi negara hari ini paling mudah untuk memukul, meneror, mengintimidasi, mengkriminalisasi secara personal atau individu yang berdiri sendiri.
Untuk itu maka represi menjadi tidak efektif ketika berhadapan dengan organisasi massa yang terstruktur. Itulah pentingnya buruh harus berserikat. Petani harus berorganisasi tani. Masyarakat adat harus bergabung di organisasi progresif. Mahasiswa harus harus bersatu. Agar semua panji-panji perlawanan ini sebagai perisai: jika satu orang ditangkap, seribu orang yang menuntut pembebasannya. Negara tidak dapat untuk memenjarakan seluruh kelas, elemen yang bergelar maju. Apalagi rakyat sadar, kritis maka penguasa penjajah tak akan berdansa diatas penderitaan rakyat.
Ingatlah bahwa; tidak ada individu yang bebas dari represi (penghisapan) negara selama struktur penindasan masih berdiri. Kebebasan hanya akan dicapai secara kolektif, melalui organisasi, kesadaran, dan perlawanan yang terstruktur. Alat represi negara hanya dapat dikalahkan ketika rakyat berhenti takut, tunduk, patuh, diam dan mulai berorganisasi.
π
πΈπ΅ππ πΎπΈππ΅π΄πΏπΌ πΎπΈπ·π΄ππΏπ΄ππ΄π π
π΄πΎππ΄π 
Almasuh, 19 Juni 2026
SELAMATKAN TANAH ADAT & MANUSIA PAPUA!!
Tidak ada komentar
Posting Komentar